The Conical Pendulum

Banyangin. Ada suatu benda bulat pejal (padat terisi), anggaplah kelereng. Benda itu, kan, punya massa tertentu, sebut saja mawar (m untuk mawar. Eits, bukan! m untuk massa). Terus digantung dengan sebuah tali di langit-langit kamarmu.

Benda itu dibikin berputar secara horizontal. Putaran itu membentuk jari-jari r. Karena benda ini bergerak secata berputar, artinya benda ini punya kecepatan angular (kecepatan sudut), namanya ω.

Jarak vertikal antara langit-langit dengan ‘piringan lintasan’ gerak si benda ini kita sebut saja sebagai h. Kemudian panjang tali kita sebut l. Satu lagi, antara tali dengan garis vertikal juga terbentuk sudut dengan besar θ.

Semua parameter itu (yang tadi kita udah kasi nama pakai inisial) bisa dilihat pada Gambar 1 di bawah.

img1085

Gambar 1. A Conical Pendulum

Gerakan seperti itu mengakibatkan tali ketarik-tarik sana-sani. Sehingga di dalam tapi itu tersimpan tegangan, kita namai T saja.

Berikutnya, akan dijelaskan rumus-rumusnya. Tapi waktu ngetik ini pas keburu adzan maghrib, jadi jeda dulu. Untuk sementara lihat ke situs bahasa Inggrisnya dulu, di sini.

Diterjemahkan secara (sangat) bebas tanpa mengurangi pemahamannya (insya Allah) dari situs berikut ini.

Materi Baru Untukku: Informatika Teknik Sipil

Aku ingin bercerita, tentang gemintang dan rembulan yang tidak pernah rindu matahari… Apa, siiih!

Itu sekadar pembuka, karena saat saya menulis artikel singkat ini memang lingkungan sedang dibalut pekat malam dan saya sedang berselancar di dunia maya, mencari grup teknik sipil untuk Telegram lewat mesin pencari Google. Duuh… Bahasaku! Tapi ternyata saya disesatkan oleh Google ke sebuah website yang menyediakan informasi mengenai universitas-universitas dunia. Website ini memiliki fitur menarik, dimana kita sebagai pencari informasi pendidikan hanya perlu memasukkan data-data mengenai jurusan dan kuliah seperti apa yang kita inginkan. Kemudian kita bisa memilih negara yang kita inginkan pula. Cocoklah, untuk siswa/mahasiswa tahun terakhir. Kebetulan yang saya masukkan adalah kata kunci yang berkaitan dengan bidang teknik sipil dan teknologi (saya katakan teknologi karena saya menggunakan kata kunci apapun yang berkaitan dengan Telegram, ya, sosial media keren itu), pada akhirnya saya diarahkan ke laman website yang dipenuhi informasi mengenai jurusan teknik sipil. Saya tertarik juga, lantas memilih universitas yang menyediakan beasiswa (maklum, saya suka yang gratis). Universitas ini juga ternyata menyediakan program riset mengenai teknik komunikasi dan sistem elektronik dalam penggunaannya di bidang teknik sipil. Hal ini merupakan peristiwa “durian runtuh” yang kembali membangkitkan semangat saya dalam mempelajari informatika teknik sipil. Sekadar untuk informasi, selain desain saya juga tertarik dengan ilmu komputer, dan selalu mencari keterkaitannya dengan jurusan kuliah saya sekarang: Teknik Sipil.

Terdapat beberapa daftar studi yang disediakan sebagai pilihan pada program tersebut. Saya terkesima manakala… haduuuh… Saya tertarik dengan istilah “electronic design automation” atau disingkat EDA. Saat itu saya berfikir tentang program aplikasi CAD yang dapat berjalan dan dikembangkan pada sistem operasi GNU/Linux. Program aplikasi teknik sipil memang masih sangat jarang tersedia untuk operasi sitem GNU/Linux. Berangkat dari istilah EDA ini saya jadi bisa membayangkan korelasinya dengan ilmu-ilmu yang sempat saya pelajari di kelas, diantaranya mengenai finite element, matematika numerik, dan pemrograman komputer. Jadi setelah menulis ini, saya sertakan minat baru saya ini ke summary profil Linkedin saya. Hehehe…

Selamat menikmati perangkat lunak gratis!